Rini Yuliati

Seorang ibu dari dua orang putri yang ingin belajar merangkai huruf sehingga menjadi bermakna. Tinggal di sebuah kota kecil di Kebumen, Jawa Tengah. Profesi mom...

Selengkapnya
Cinta Bahasa Ngapak
http://platrmalang.blogspot.com

Cinta Bahasa Ngapak

Bagi saya pribadi sebagai orang Jawa, khususnya Jawa Tengah bagian selatan (Banyumas) bahasa ngapak adalah warisan leluhur. Bahasa ngapak itu menggemaskan ( seperti diriku hi..hi...). Bahasa ngapak itu mempunyai sense humor yang alami. Tidak dibuat-buat. Asli lucu tanpa bumbu. Aih, makin cintaah aja. So, jangan bilang bahasa ngapak itu kampungan alias ndeso ya. Seratus persen tidak terima.

Dibandingkan dengan bahasa Jawa dialek Yogyakarta dan Surakarta, dialek banyumasan banyak sekali bedanya. Perbedaan yang utama yakni akhiran 'a' tetap diucapkan 'a' bukan 'o'. Jadi jika di Solo orang makan 'sego' (nasi), di wilayah banyumasan orang makan 'sega'. Selain itu, kata-kata yang berakhiran huruf mati dibaca penuh, misalnya kata enak oleh dialek lain bunyinya ena, sedangkan dalam dialek Banyumasan dibaca enak dengan suara huruf 'k' yang jelas, itulah sebabnya bahasa Banyumasan oleh masyarakat di luar Banyumas disebut sebagai bahasa Ngapak atau Ngapak-ngapak.

Baru-baru ini bocah-bocah cilik dari Kebumen menjadi viral di youtube karena bahasa ngapaknya. Kebumen dan Banyumas adalah dua tempat yang sangat berarti buat saya. Banyumas adalah kampung halaman saya yang pertama. Tumpah darah saya. Masa kecil saya. Masa remaja saya. Masa patah hati saya. Ah tempat yang menyimpan banyak kenangan manis dan pahit. Sedangkan Kebumen adalah kampung kedua. Tempat dimana suami dilahirkan dari rahim sang bunda. Sekarang saya juga mencintai Kebumen sebagaimana saya mencintai suami.

Adalah Azkal, Fadly dan Ilham. Tiga bocah cilik yang tergabung dalam "Bocah Polapike". Bocah Polapike merupakan tayangan populer di media sosial yang menceritakan kisah anak-anak desa pada umumnya. Khas dengan dialek ngapaknya, aksi ketiga bocah ini berhasil mencuri perhatian lantaran tingkah polos serta kejenakaanya. Polapike sendiri diambil dari kata 'Apik' atau bagus dalam bahasa Indonesia. Seperti bahasa jawa pada umumnya 'Pol' merupakan kata untuk menggambarkan sesuatu dalam tingkat tertinggi. Sehingga "Polapike" berarti "bagus sekali".

Video viral mereka pertama kali dibuat oleh Rendra Polapike yang kebetulan merupakan tetangga dari tiga anak kecil tersebut. Berawal dari media sosial Instagram dan YouTube, Bocah Polapike kini semakin populer. Sekarang mereka memiliki banyak penggemar dan program televisi sendiri bertajuk "Bocah Ngapa(k) Ya". Selain itu, video-video merekapun tak pernah kurang dari 1 juta penonton setiap episodenya. Hidup ngapak. I love you full, ngapak.**

Disarikan dari berbagai sumber https://m.akurat.co dan https://id.m.wikipedia.org

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Itukan mantap.Sama sukma saja takut.Seperti sudah jadi pakar budaya saja kulihat Bu Rini.Lanjutkan.

16 Mar
Balas

Wah..Terima kaaih Pak Pengawas....Atas supportnya..Jadi tersipu malu diriku...Siap lanjutkan...

16 Mar

Keren Kak. Bahasa Ngapak memang luar biasa. Jadi bangga deh sama bahasa ngapak. Heheeee. Sukses selalu dan barakallah.

15 Mar
Balas

Hi..hi....Yess...Dik...

15 Mar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali