Rini Yuliati

Seorang ibu dari dua orang putri yang ingin belajar merangkai huruf sehingga menjadi bermakna. Tinggal di sebuah kota kecil di Kebumen, Jawa Tengah. Profesi mom...

Selengkapnya
Dilema Curhat di Media Sosial
www.yukepo.com

Dilema Curhat di Media Sosial

Ketika sedang membuka halaman FB, tetiba terpaku pada status teman. Sebut saja Rangga (nama samaran).Teman semasa kuliah. Kubaca status yang cukup menarik perhatianku. Sepertinya yang menulis status adalah istri Rangga. Dalam statusnya ia mengatakan kalau suaminya digoda oleh seorang perempuan dari masa lalunya. Bahkan untuk melengkapi statusnya, dia menyertakan screen shoot isi WA wanita penggoda itu pada suaminya.

Kubaca screen shot isi WA tersebut. Sebagai sesama wanita, aku cukup paham mengapa istri Rangga begitu meradang. Bagaimana tidak ? Isi WA wanita itu mengungkit tentang momen-momen romantisnya dengan suaminya. Oh, my God. Rasanya ikut nyesek dada ini. Untungnya si suami masih jujur. Setiap kali ada WA atau telepon selalu diceritakan kepada istrinya.

Yang ingin saya sorot di sini adalah tentang sebuah nilai yang hilang. Sebuah status berisi curhat tentu akan menuai komentar negatif atau positif. Ada yang menyalahkan istri teman saya itu. Bahwa dengan curhatnya berarti membuka aib suaminya. Ada yang berempati. Berdiri sebagai sesama wanita, menyuruhnya bersabar atas peristiwa yang menimpanya. Masih banyak lagi komentar yang bernada negatif dan positif. Apakah curhat itu bisa menyelesaikan masalahnya ?

Saya melihat curhat di media sosial terkadang justru memunculkan rasa baper yang lain. Terutama ketika komentar yang muncul bernada menyudutkan atau tidak setuju dengan tulisan kita. Saya jarang membuat status di media sosial. Terutama masalah yang bersifat pribadi. Bukan tanpa sebab. Dari beberapa kasus curhat yang saya baca, seringkali memunculkan komentar bernada negatif. Bahkan kalimatnya terkadang bernada membully. Sepertinya kita harus harus lebih hati-hati curhat di medsos. Alih-alih ingin mengurangi beban perasaan, namun yang diperoleh justru korban perasaan. Belajar bijak dalam membuat tulisan di media sosial. Belajar menahan diri untuk tidak mengumbar masalah pribadi yang tidak perlu diketahui orang lain. Curhat kepada Yang Maha Kuasa akan lebih membuat hati tenang. Bismillah.

#edisimenatahati#

Kebumen, 27 April 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Benar itu buk...sebaiknya masalah pribadi ndak usah di curhatin di medsos

28 Apr
Balas

He..he..iya Bun...Terima kasih sudah mampir di sini...Barakallah...

28 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali