Rini Yuliati

Lulusan AKL Depkes Purwokerto yang melakoni profesi momong bocah di sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, Kebumen Jawa Tengah ...

Selengkapnya
Ijinkan Aku Memakai Daster yang Bolong
aisyafra.wordpress.com

Ijinkan Aku Memakai Daster yang Bolong

Sudah dua hari ini Yu Surti merasa galau tepatnya sejak dirinya mengikuti pengajian di masjid desanya. Perkataan pak kyai yang mengisi acara tersebut masih terngiang-ngiang di telinganya. Pak Kyai Somad, begitu warga desa memanggilnya mengisi acara dengan tema mar'atus sholihah atau wanita aholihah. Diantara ciri-ciri wanita sholihah adalah selalu menyenangkan apabila dipandang suaminya.

"Ibu-ibu itu kalau mau pergi kondangan atau ke pasar berhiasnya cantik betul. Pakai lipstik merah merona, pakai alis, trus bajunya yang paling cakep. Udah gitu, minyak wangi satu botol dipake semua. Eh, giliran di rumah pakenya daster bolong. Udah gitu bau trasi plus bawang. Rambutnya aja awut-awutan ga pake sisir. Gimana suaminya mau seneng lihat yang begituan."

Pak Kyai Somad memberikan ceramahnya dengan panjang lebar yang disambut gelak tawa jamaah yang kebanyakan ibu-ibu. Yu Surti yang ikut didalamnya manggut-manggut mendengar penjelasan Pak Kyai Somad. Sesekali dia ikut tertawa mendengar penjelasan pak kyai. Dia merasa apa yang dikatakan pak kyai itu betul semua. Yu Surti juga mempunyai kebiasaan memakai daster di rumah. Ada satu daster kesayangannya yang sudah bolong di bagian ketiaknya namun terasa nyaman dipakainya. Setelah mendengar penjelasan pak kyai tentang mar'atus sholihah, membuat dirinya ingin mengubah kebiasaanya memakai daster bolong.

Sudah dua hari ini dia mencoba tampil wangi dan cantik di depan suaminya walaupun hanya sekedar memakai bedak tipis. Baju daster bolongnya sudah dimuseumkan. Kang Darso juga heran melihat perubahan istrinya, namun dia merasa senang. Akan tetapi Yu Surti merasa ada yang hilang dari dirinya. Dia merasa rindu dengan daster bolongnya. Duuuh, gimana ya biar aku dapat pahala tapi juga bisa memakai daster kesayangannya itu. Yu Surti berpikir terus bagaimana caranya supaya dia bisa memakai daster bolongnya kembali.

"Wah, ada ide nih, "pikirnya.

Yu Surti teringat akan penjelasan pak kyai bahwa ridho Allah tergantung ridho suami. Sore itu hujan turun deras sekali setelah kemarau yang cukup lama. Yu Surti membuatkan segelas kopi dan sepiring pisang goreng untuk suaminya.

"Pak, ada yang mau kubicarakan denganmu,"ucap Yu Surti kepada suaminya.

"Ada apa Mak, kelihatannya serius banget." Kang Darso menjawab sambil menyeruput kopi panas.

"Gini Pak, kemarin waktu pengajian di masjid, pak kyai berkata kalau seorang wanita itu harus selalu tampil cantik di depan suaminya. Gak boleh pakai daster bolong dan harus selalu wangi."

"Oh, betul itu kata pak kyai, "ucap Kang Darso sambil mulutnya mengunyah pisang goreng.

"Tapi aku kangen dengan daster bolongku Pak. Aku merasa nyaman kalau memakai daster bunga-bunga itu, "jawab Yu Surti.

"Kalau diijinkan sama Bapak, bolehkah aku sesekali memakai daster itu? " Yu Surti dengan wajah penuh harap kepada suaminya.

Kang Darso hanya tersenyum mendengar permintaan istrinya.

"Oalah, cuma itu yang mau kamu omongkan Mak." Kukira ada masalah gawat, "jawab Kang Darso tidak bisa menahan gelinya.

"Ya sudah, kamu boleh pakai daster itu sesekali saja. Tapi bener kata pak kyai kalau wanita itu harus tampil cantik di depan suaminya."

"Beneran Pak, "Yu Surti memandang wajah suaminya dengan sumringah.

Kang Darso hanya menganggukkan kepalanya

Akhirnya daster bolongnya dikeluarkan lagi dari museum. Yu Surti memakainya apabila sedang memasak atau mencuci.

#cerita siang#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hi...hi tulisan yang renyah dan inspiratif sy juga nerasakan hal yang sama. Ada kerinduan dg daster lama walaupun bolong banyak kenangan dg nya

10 Nov
Balas

Horeeee...ternyata banyak penggemar daster bolong...any way kita harus tetep tampil cantik di depan suami..hi..hi..terima kasih sudah mampir....Barakallah .

10 Nov

Hihihi...emak-emak memang punya "seragam" yang aduhai kalau sedang "beraksi". Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

09 Nov
Balas

Oalah....ternyata selera emak-emak.di Jawa ataupun di Sumatra sama yaitu pake daster..he..he..Barakallah Bunda

09 Nov

Daster selalu memikat hehehe. Selamat berdaster ria saudariku. Barakallah

09 Nov
Balas

Wow..ini sudah berdaster... sedang leyeh2...he..he..

09 Nov

Aku banget itu bunda, klo di rumah daster menjadi pakaian dinas... Adem dan nyaman hihihi

09 Nov
Balas

Hi..hi...daster oh daster..semua emak-emak merindukanmu....

09 Nov

Baju kebesaran seorang emak ketika goyang pinggul nguleg bumbu untuk masak sayur asem dan nyuci ya... Daster Bolong... isis kok.

09 Nov
Balas

Betul Mbakyu Fila...baju kebesaran yang tidak akan tergantikan..he..he...

09 Nov

Isis dan adem bu, hidup daster bolong utk nginem mak2 di rumah. Sukses selalu bu

09 Nov
Balas

Naah...ibu Sri Widati juga termasuk penggemar daster ya..hi..hi...Sukses juga untuk ibu..

09 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali