Rini Yuliati

Lulusan AKL Depkes Purwokerto yang melakoni profesi momong bocah di sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, Kebumen Jawa Tengah ...

Selengkapnya

Maafkan Candaku Gurusianer

Sampai detik hari ini, saya masih nyaman berada di rumah besar ini. Rumah yang mencerminkan keanekaragaman anggotanya. Rasa nusantara mewarnai ragam tulisan yang ada di gurusiana. Dengan anggota yang berasal dari berbagai pulau membuat rasa kebhinnekaan bersatu dalam satu visi membumikan literasi. Saya selalu lebay jika bercerita tentang rumah besar ini. Mengapa? Bersahabat dengan banyak orang dengan latar belakang budaya, sosial, pekerjaan dan karakter pribadi yang berbeda memunculkan pelangi di hati ini. Dengan latar belakang pekerjaan sebagai guru kecil yang banyak berinteraksi dengan bocah-bocah lucu membuat tulisan dan komen saya terkesan bercanda. Sungguh, terkadang saya berpikir, "Wah, jangan-jangan ada yang tidak berkenan nih."

Sejujurnya saya mohon maaf terutama kepada para sesepuh gurusianer yang ada di sini seperti Bapak Edi Prasetyo, Bapak Ahmad Syaihu, Ibu Raihana Rasyid, Ibu Sri Sugiastuti dan anggota yang lain. Apabila ada tulisan atau komentar saya yang berisi canda, itu semata- mata untuk mengeratkan tali silaturahmi dan tidak ada maksud lain. Semoga persaudaraan "maya" ini, tetap terjaga dengan satu visi yang sama yaitu membumikan literasi di kalangan pendidik khususnya dan masyarakat pada umumnya. Tetap semangat menulis.

#curahanemaklebay#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bukankah sebuah komunikasi yang baik itu memang harus dibumbui dan diramu dengan canda dan saling menyapa. Selamat beraktivitas njih

07 Nov
Balas

Oh njih.. Ibu Astuti... Begitu ya..Semoga persaudaraan ini tetap abadi di hati ini...

07 Nov

Menurut saya bercanda itu indah lho bu. Apalagi untuk pendidik anak usia dini seperti kita. Jadi terlihat awet muda. Salam kenal.

07 Nov
Balas

Betul sekali Bu Siti Masrifa...semoga kita selalu awet muda..hi..hi..Salam kenal juga..

07 Nov

Memang harus ada yang berbeda, karena kita adalah Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika

07 Nov
Balas

Yesss...setuju Pak...

07 Nov

Kalau semua serius jadinya ga ramai dong

07 Nov
Balas

Yuk kita ramaikan gurusiana...

07 Nov

Bunda Rini syantiiqqq, ndak ada yang melarang bercanda lhooo. Malahan kayak sayur kurang garam kalau ndak ada candanya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

07 Nov
Balas

Okelah kalau begitu Bunda Rai yang aduhai...akan kutambahkan garam lagi supaya sayurnya tambah mak nyuus...Barakallah..dan semangat pagi...

07 Nov

jo keasinan bun, hipertensi...hihihi.

07 Nov

Saya nih yang sering canda, bahkan candain saudariku ini. Maafkan daku yah. Sukses selalu dan barakallah

07 Nov
Balas

Sudah kumaafkan saudariku..hi..hi...Sukses juga untuk Bunda Pipi...

07 Nov

Sudah kumaafkan my dear sister. Hehehe... Barakallaah bunda

07 Nov
Balas

Ah...dirimu selalu di hatiku...hi..hu...Barakallah bunda Nurmalia..

07 Nov

Untuk bu Rini dan sahabat gurusianer, maafkan saya ya. bu. Terimakasih untuk selalu mengingatkan dan menasehati seorang pemula seperti saya. Mksh ya, Bu Rin.

07 Nov
Balas

Jadi terharu nih....hiks..hiks Semoga jalinan silaturahmi ini tetap abadi di hati Bunda Fila....

07 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali