Rini Yuliati

Seorang ibu dari dua orang putri yang ingin belajar merangkai huruf sehingga menjadi bermakna. Tinggal di sebuah kota kecil di Kebumen, Jawa Tengah. Profesi mom...

Selengkapnya
Melati di Tengah Semak Belukar
Bukalapak.com

Melati di Tengah Semak Belukar

Ada sebuah kisah tentang tanaman kecil yang merana. Dia terpisah dari teman-temannya. Takdir membawanya dalam sunyi sendiri. Di sekelilingnya hanya ada tanaman belukar. Kesedihan itu memenuhi rongga hatinya. Dia marah dan mengutuk. Hanya bisa berteriak di ruang kosong. "Aku tidak ingin di sini."

Sang belukar pun tersenyum.

Dia berkata," Wahai tanaman kecil yang cantik."

"Kamu jangan bersedih."

"Dirimu sangat luar biasa."

"Harum yang menyebar dari mahkotamu sangat fantastis."

"Warnamu indah putih berseri."

"Dimana pun kamu berada, keharumanmu tidak akan berubah."

Melati hanya memandang belukar dengan tatapan kosong.

"Wahai, belukar yang baik hati."

"Bagaimana aku tidak bersedih ?"

"Teman-temanku sangat beruntung."

"Mereka berada di taman yang indah."

"Sementara aku hanya tinggal di tempat sunyi ini."

Belukar menghela napas panjang. Daunnya ikut bergoyang. Dia mencoba memahami apa yang dirasakan Melati.

"Dengarkan nasehatku ini, Melati."

"Janganlah kamu berkecil hati."

"Lihatlah diriku ini, aku hanya tanaman semak yang tak berguna."

"Namun aku selalu bersyukur karena Tuhan telah memberiku kesempatan hidup di dunia ini."

"Tuhan membiarkanku menghirup napas kehidupan yang luar biasa."

"Melati, kamu beruntung karena mempunyai wangi yang akan mengharumkan tempat ini."

"Kami merasa bahagia berada di sampingmu."

"Tidakkah itu cukup bagimu."

Sang Melati menunduk mendengar ucapan belukar. Dirinya merasa malu. Seharusnya dia lebih bersyukur karena diberi kelebihan yang tidak dipunyai oleh belukar.

"Ya Tuhan, ampuni hamba-Mu ini," gumam Melati. Angin sepoi membelai daunnya dengan lembut.

Wahai anakku, jika kamu tidak bisa mendapatkan sekolah seperti yang diinginkan. Janganlah bersedih. Kamu bisa seperti melati yang akan tetap harum dimana pun berada. Biarkan teman-teman yang kau anggap belukar itu bisa ikut merasakan keharumanmu itu. Tetaplah rendah hati. Tetap semangat mencari ilmu. So, keep smile forever.

#masih zonasi#

Kebumen, 25 Juni 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

sesuaikan kondisi biar nyaman bun. ok..

25 Jun
Balas

Betul Pak Tanto...Dibuat nyaman saja..Semua akan melewati setiap fase itu...Ok Pak...

25 Jun

Waduh, sejuk banget nasihatnya. Jadi ingat lagunya Dian PP: Kau, bunga di tamanku, di lubuk hati ini na...na..na...

25 Jun
Balas

Hi..hi...Pak Agus malah nyanyi...Sugeng enjang ...Sugeng makaryo...Pak..

25 Jun

Perumpamaan yang indah, menjadi melati walaupun disemak belukar. Sekolah itu dimana saja dan tetap jadi melati. Wow. Sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah

25 Jun
Balas

Yess..Pak Mulya.....Melati ditanam dimana pun akan berbau wangi....Terima kasih sudah menyempatkan mampir di sini....Salam sehat dan bahagia...Barakallah..

25 Jun

Iya bunda sama-sama

26 Jun

Tulisan yang sarat makna. Jadilah melati diantara semak belukar. Tebarkan kebaikan dimanapun berada. sukses selalu mbakku. Barakallah

26 Jun
Balas

Betul sekali Bu Penilik...Semangat menebar kebaikan harus selalu ada di hati supaya orang2 di sekeliling kita ikut merasa berbahagia..Terima kasih sudah hadir di sini....Barakallah Uni Desi....

26 Jun

Subhanallah, cerita berisi muhasabah diri terkait zonasi, keren Budhe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

25 Jun
Balas

Diriku tidak liburan kemana2 nih..hi..hi..jadi cukup nulis itu saja...Terima kasih sudah hadir di sini..Barakallah Bunda Pipi..

25 Jun

Bunga melati walaupun tumbuh diantara belukar penampilanya tetap menawan dan harumnya tak akan pudar. Itulah kehidupan. Tulisan yang luar biasa mengandung makna filosofis yang mendalam. Salam sehat penuh barakah.

28 Jun
Balas

Alhamdulillah ...Hanya mencoba memaknai kehidupan dari sisi yang berbeda...Terima kasih apresiasinya Pak Mardi...Salam sehat dan bahagia...Barakallah ..

28 Jun

Sangat menyentuh dan menyadarkan diri untuk selalu bersyukur. Salam kenal.Sukses selalu

26 Jun
Balas

Terima kasih Bunda Anik Zuroidah...Sekadar self reminder semoga bermanfaat...Salam kenal kembali...Barakallah ..

26 Jun

Tulisan yang indah

25 Jun
Balas

Terima kasih Bu Indriati....Salam literasi...

25 Jun

Masya Allah

26 Jun
Balas

Subhanallah...Allahu Akbar...Alhamdulillah....Salam literasi...

26 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali