Rini Yuliati

Seorang ibu dari dua orang putri yang ingin belajar merangkai huruf sehingga menjadi bermakna. Tinggal di sebuah kota kecil di Kebumen, Jawa Tengah. Profesi mom...

Selengkapnya

Misteri Bayi di depan Pintu

Pagi yang dingin, terdengar azan shubuh dari masjid. Seperti biasa Yu Sumi memulai aktivitas paginya. Diawali shalat jamaah shubuh dengan suaminya. Dilanjutkan dengan aktivitas di dapur. Merebus air dan memasak nasi.
Untuk urusan sayur bisa nanti agak siangan.


Ketika hendak membuka korden ruang tamu. Dia mendengar suara yang aneh. Yu Sumi bergegas menemui suaminya.
"Pak, ada suara mencurigakan dari pintu depan," ucapnya dengan wajah penuh tanda tanya.


"Suara apaan, sih?" jawab Kang Kirno.


Dirinya berjalan ke arah pintu ruang tamu. Didekatkan telinganya ke pintu. Ada suara lirih yang aneh.


"Coba ambil kunci pintunya !" Perintahnya pada istrinya.

Yu Sumi dengan setengah berlari mengambil kunci di atas meja rias. Kang Kirno membuka pintu dengan perlahan.


"Astagfirullahal'adzim. Ini bayi siapa!" teriaknya kaget.


Dia melihat di atas keset ada sosok kecil tak berdaya. Yu Sumi refleks mengangkat bayi kecil itu. Kondisinya sangat lemah. Bahkan tanpa selimut yang membungkusnya. Yu Sumi mencari kain untuk menghangatkan si bayi.


"Ya Allah, siapa orang yang tega membuang bayi ini," ucapnya.


"Pak, segera lapor ke pak RT."


"Iya Mak. Sebentar, aku ganti baju dulu," sahut Kang Kirno.


Yu Sumi memandang bayi itu dengan pandangan iba. Mata kecilnya terbuka sedikit seolah memohon perlindungannya. Suaranya lemah. Mulutnya mencari-cari sesuatu. Mungkin dia lapar.


"Duh, bagaimana ini." Yu Sumi kebingungan. Dia hanya mondar mandir sambil menggendong si bayi.

Tak berapa lama, suaminya muncul dengan pak RT.


"Pak RT, bagaimana ini?" tanya Yu Sumi kepada lelaki yang baru datang. Pak RT melihat kondisi si bayi.


"Begini saja, sambil menunggu laporan ke polisi, Bu Sumi yang merawat bayi ini," ucap pak RT.


Yu Sumi memandang suaminya meminta persetujuan. Kang Kirno menganggukkan kepala. Naluri kemanusiaan membuat dirinya mengambil keputusan itu. Toh, sampai hari ini dia dan istrinya belum diberi momongan.


"Ya sudah, saya pamit dulu. Nanti Pak Kirno saya hubungi lagi," kata Pak RT sambil berpamitan.

Sekarang perhatian mereka beralih pada bayi mungil itu.


"Pak, sepertinya bayi ini kelaparan. Tolong, belikan susu di toko!" Pinta Yu Surti pada suaminya.

Kang Kirno bergegas mengeluarkan motor bututnya. Tak berapa lama, dia sudah kembali dengan 2 dus susu. Tidak lupa membeli dot kecil. Yu Sumi segera menyiapkan susu buat si bayi. Bayi itu terlihat lahap meminum susu dari botol yang dipegang Yu Sumi. Matanya yang bulat memandang dirinya. Ah, wajah putih bersih itu sangat lucu. Yu Sumi seperti mendapat anugerah dari langit.


Hampir seminggu Yu Sumi merawat bayi itu. Dia mendapat informasi dari pihak kepolisian yang mengurusi kasusnya. Ibu si bayi berasal dari keluarga kurang mampu. Lebih tragis lagi, sang ibu telah meninggal dunia. Tiga hari setelah melahirkan karena mengalami pendarahan. Setelah melalui negosiasi, akhirnya diputuskan. Yu Sumi dan suaminya yang akan merawat bayi itu.

Bayi mungil yang mereka beri nama Lili. Ya, Lili yang sekarang mewarnai kehidupan mereka berdua. Rumah yang dulu sepi sekarang ramai dengan celotehnya.
Hampir tiga bulan Lili bersama keluarga Yu Sumi. Bayi kecil itu sekarang sudah bisa berlari dengan lincah. Bayi kucing yang ditemuinya di depan pintu.
Meooong.***)

Kebumen, 8 Juli 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Waa.... Meong.... Bagus, bagus, bagus.... Nih, mulai ngguapleki polllllll.

08 Jul
Balas

Hi..hi..Sekali2 ngguapleki Pak Agus...

08 Jul

Wow....bayi kucingnya pasti imut banget. semoga Lili tetap sehat. sukses selalu mbak. Barakallah

08 Jul
Balas

He..he ..Iya Uni...Masih kecil dan imut...Si bungsu yang suka kucing serasa punya boneka hidup...Amiin..Terima kasih sudah mampir di sini Bu Penilik...Barakallah...

08 Jul

Owalah bati kucing toh, pengganti yang tewas tertabrak yah Budhe, hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

08 Jul
Balas

He..he..Iya nih Bun..Nemu kucing kecil...Terima kasih sudah mampir di sini...Barakallah Bunda Pipi..

08 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali