Rini Yuliati

Lulusan AKL Depkes Purwokerto yang melakoni profesi momong bocah di sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, Kebumen Jawa Tengah ...

Selengkapnya
Perjalanan Waktu
Dokumen Pribadi

Perjalanan Waktu

Hari ini kita masih memiliki nafas yang diberikan oleh-Nya. Meniti hari demi hari dan merajut asa yang tak pernah usai. Tanpa terasa tubuh semakin menua dan merapuh. Sebenarnya apa yang kau cari wahai diri yang haus dunia?

"Bu, perasaan baru kemarin Hari Minggu eh sekarang sudah Minggu lagi, "ucap anakku yang sulung.

"Iya, ya, waktunya terasa cepat sekali, "ujarku sambil berpikir.

Perasaan kamu juga baru kemarin memakai baju merah putih, eh sekarang sudah berganti abu-abu putih. Dan dua tahun lagi insya Allah akan menjadi mahasiswa. Dan aku semakin bertambah lemah dan tua. Lalu apa yang sudah kulakukan selama empat dasa warsa hidup di dunia ini. Sepertinya waktu terasa sangat singkat, namun aku belum melakukan sesuatu yang berarti. Benar apa yang dikatakan dalam kitabullah bahwa manusia hidup di dunia ini hanya sebentar saja. Tiba-tiba hatiku mengigil mengingat betapa singkatnya kehidupan ini. Bahkan aku belum memiliki bekal sedikitpun yang bisa kubawa untuk menghadap-Nya.

Lihatlah firman Allah di dalam Qur’an saat menanyakan berapa lama kita hidup di dunia.

Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”

Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari,”

Maka tanyakanlah kepada (malaikat) yang menghitung.

Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” (QS. Al Mukminun: 112-114)

Sahabat, pantas saja dunia ini tak layak disandingkan dengan akhirat, karena kita hanya numpang lewat di dunia, sekadar menjawab satu atau dua soal ujian saja, lalu pergi dan menyaksikan bagaimana hasil ujian kita.

Hidup di dunia ini sungguh singkat, hanya sesaat saja di waktu pagi, siang, atau sore hari, akan tetapi waktu yang singkat ini sekaligus sangat menentukan tempat tinggal kita di akhirat kelak:

“Pada waktu mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.” (QS. An Nazi’at: 46)

“Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.” (QS. Yunus: 45)

Sahabat, setelah mengetahui hidup yang begitu singkat. Kita tentu memerlukan panduan apa yang perlu dilakukan dalam waktu yang sebentar ini, agar tidak terlena dengan kehidupan dunia yang hanya tempat singgah saja. Inilah beberapa hal yang perlu diterapkan:

1. Menyadari kehidupan dunia hanyalah setetes air, kehidupan akhirat adalah seluas samudera

Jika kita menganggap dunia ini adalah segalanya, jelas saja kita enggan menabung untuk akhirat kelak. Kita akan menghabiskan waktu untuk hal-hal bersifat duniawi yang tak membawa maslahat bagi kehidupan akhirat. Kita akan habiskan harta hanya untuk kenikmatan nafsu dan syahwat belaka.

Akan tetapi jika sudah sadar betul bahwa hidup di dunia ini amat singkat, maka akan memotivasi kita untuk mengumpulkan amal shaleh sebagai bekal akhirat.

“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat? (itulah perumpamaan dunia, sedangkan lautan yang tertinggal adalah kehidupan akhirat)” (HR Muslim)

2. Memperhitungkan amalan apa saja yang telah diperbuat

Jangan terpesona dengan hal-hal fisik yang telah kita lakukan, misalnya shalat, puasa, zakat, sedekah, karena sesungguhnya yang lebih diperhitungkan oleh Allah adalah apa-apa yang ada di dalam hati kita: kesabaran, kesyukuran, keikhlasan, rendah hati.

Hampir-hampir tidak bermanfaat amal ibadah yang kita perbuat jika hati kita memandang tinggi amalan tersebut yang menyebabkan kita ujub dan mendapat kebencian Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS al-Hasyr : 18)

3. Mengutamakan amalan-amalan utama yang bisa meringankan kehidupan setelah kematian

Ada amalan yang pahala kebaikannya hanya mengalir saat kita melakukannya, dan otomatis terhenti saat kita telah meninggal dunia. Namun ada pula amalan yang pahala kebaikannya bisa terus mengalir sekalipun kita telah wafat.

Sebaiknya amalan seperti inilah yang kita utamakan pengerjaannya, mengingat betapa singkatnya hidup, kita memiliki waktu terbatas maka perlu melakukan amalan yang tak terbatas waktu.

Apa saja amalan yang akan terus mengalir kebaikannya tanpa terbatas oleh kematian? Mari kita simak kembali hadits Rasulullah:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Oleh sebab itu 3 amal yang perlu kita upayakan dengan lebih fokus adalah:

1. Berwakaf (sedekah jariyah),

2. Menyebarkan ilmu yang dimiliki,

3. Mendidik anak shaleh.

Jika memiliki uang berlebih, tanyakan pada diri sudahkah menyisihkan untuk berwakaf?

Jika memiliki waktu berlebih, tanyakan diri apakah telah menyebar ilmu bermanfaat untuk orang lain?

Jika memiliki keluarga, tanyakan diri apakah sudah mendidik anak dengan akhlak baik dan amal shaleh? Atau hanya sebatas memenuhi kebutuhan fisik anak saja?

Sahabat, hidup ini singkat, sudahkah kita menyadarinya? Jika sudah, apakah kita telah cukup mempersiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya? Yakni dengan melakukan amal ibadah dan amal shaleh?

Jangan sampai kita salah strategi dalam mengisi hidup yang singkat ini, hanya untuk memuaskan nafsu mata, perut, syahwat, dengan rumah mewah, kendaraan bagus, pakaian dan sepatu branded, dan segala hal lain yang takkan kita bawa ke akhirat. Na’udzubillah min dzalik.

http://tabungwakaf.com/hidup-ini-amat-singkat/

#SELF REMINDER#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Wah tulisan sangat luar biasa, menginspirasi. Sehat dan sukses selalu. Keluarga juga bu. Barakallah.

04 Nov
Balas

Alhamdulillah.....Demikin juga dengan keluarga Pak Mulya semoga dilimpahi kesehatan dan keberkahan.. Barakallah.

04 Nov

Tulisan yang luar biasa Bund...makasih banyak sudah diingatkan...semoga kita tidak terlena dan salah dalam melangkah..sukses slalu Bunda Rini

04 Nov
Balas

Bunda Marlupiii..sekedar self reminder teringat percakapan dengan putri tercinta..semoga kita selalu saling mengingatkan tentang kebaikan. ..Barakallah. Sukses juga untuk Bunda. .

04 Nov

Ya... Allah, akan tiba waktunya meninggalkan anak-anak belahan jiwa. Sudahkah mereka mampu hidup tanpaku ? Jazakillah khoir, bunda Rini. Tulisan yang sarat ibrah ini. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda.

04 Nov
Balas

Betul Bunda Rai...suatu keniscayaan bahwa kita akan meninggalkan mereka...atau perpisahan ketika melihat mereka terbang tinggi mencari penghidupan sendiri...Barakallah Bunda dan syukron sudah berkunjung.....

04 Nov

Ya Allah bu, makin tambah sembab mata ini membaca tulisan ini. Ya Allah ampuni dosa hamba, ups kok jadi gini yah hehehe, sukses dan barakallah

04 Nov
Balas

Betul Bunda Pipi..ada rasa yang membuat hati ini merasa bergetar...Ya..Allah..beri petunjuk supaya kami bisa memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya....Barakallah...dan terima kasih sudah berkunjung saudariku..

04 Nov

Waktu seperti berlari, jika kita tak bergegas maka waktu akan meninggalkan kita. Manfaatkan waktu semaksimal mungkin, sehat dan sukses terus bunda. Barakallaah.

05 Nov
Balas

Berlari dan terus berlari....mencoba sabar dan ikhlas dalam menjalaninya....Barakallah Bunda Nurmalia..

05 Nov

Refleksi diri. Bermanfaat sekali, bu. Sebagai pengingat-ingat dlm menjalani hidup. Mung mampir ngombe. Sehat, sukses dan berkah utk ibu.

04 Nov
Balas

Mampir ngombe seteguk thok ya Bu....Sehat dan sukses juga kagem Bu Fila...

04 Nov

Benar buk, referensinya pun mantap, tksh sudah berbagi dan mengingatkan. Salam dan Rahmat Allah unt klga besar kita semua

04 Nov
Balas

Semoga dengan saling mengingatkan membuat kita jadi golongan yang dicintai-Nya...Barakallah...

04 Nov

Benar sekali.buk.refleksi yg padat.moga sisa waktu kita makin manfaat.trima kasih buk.

04 Nov
Balas

Refleksi menjelang malam Bunda evanur liana..semoga diberi kekuatan untuk bisa berubah ke arah yang lebih baik lagi....Barakallah...Terima kasih juga sudah berkunjung...

04 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali