Rini Yuliati

Seorang ibu dari dua orang putri yang ingin belajar merangkai huruf sehingga menjadi bermakna. Tinggal di sebuah kota kecil di Kebumen, Jawa Tengah. Profesi mom...

Selengkapnya
Ramadhan di Rumah Sakit
http://jagophp.com

Ramadhan di Rumah Sakit

Nelangsa. Sedih dan cemas. Awal ramadhan tahun ini harus dilewati dengan nuansa kelabu. Puasa hari pertama lancar. Alhamdulillah. Anak-anak terlihat senang menyambutnya. Hari kedua mulai ada gangguan. Si bungsu badannya panas dan muntah-muntah. Terpaksa tidak berpuasa. Hari ke tiga semakin terlihat lemas. Hanya berbaring di tempat tidur. Hari berikutnya tak ada perubahan. Dia tidak beranjak dari pembaringan. Aku ijin dengan guru di sekolahnya. Si bungsu termasuk anak yang anti obat. Sama sekali tidak bisa minum obat. Walaupun itu berbentuk sirup yang manis. Apalagi bentuk tablet yang aromanya sudah bikin mual. Dia akan menolak dengan keras. Aku semakin bingung. Hampir seminggu tidak ada perubahan walau badan sudah tak lagi panas.Tepat di hari ke tujuh, dia ingin masuk sekolah. Dengan sedikit khawatir kuturuti keinginannya. Baju muslim sudah dikenakan. Tiga hari ini di sekolah ada acara pesantren kilat. Semuanya baik-baik saja. Ketika dia mengeluh pusing kembali. Wajahnya terlihat pucat. Duh, rasanya panik. Ini tidak bisa dibiarkan. Harus segera ditangani. Naluri seorang ibu membuatku bergegas membawanya ke rumah sakit terdekat.

Begitu sampai rumah sakit langsung menuju UGD. Diperiksa oleh dokter dengan diagnosa gangguan asam lambung. Disarankan untuk rawat inap. Aku pun mengiyakan syarat itu. Selanjutnya dipasang infus dan sampel darah pun diambil. Bersiap untuk mendampinginya tidur di rumah sakit.

Beberapa hari aku harus berakrab ria dengan aroma karbol dan ruangan sempit itu. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan ternyata diagnosa dokter positif tipes ditambah dengan adanya penurunan trombosit. Aku semakin cemas. Teringat si bungsu yang tidak bisa minum obat. Duh, bagaimana ini. Aku meminta dokter memberikan pengobatan lewat suntikan saja. Melalui infus. Dokter pun menyetujuinya. Ternyata ada obat yang harus tetap diminum lewat oral. Aku harus ekstra membujuk. Walau tak sukses namun ada sedikit yang masuk.

Rasa sedih dan khawatir bercampur jadi satu. Nelangsa harus berbuka puasa dan sahur di rumah sakit. Benar-benar pengalaman yang membuatku harus lebih bersyukur. Bahwa kesehatan adalah suatu hal yang berharga. Berjanji pada diri sendiri untuk menjaga pola makan yang lebih sehat. Ya Allah, ramadhan kali ini membuatku belajar bersabar dan menghargai nikmat sehat. **)

Kebumen, 16 Mei 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Masya Allah Mba Luna....semoga lekas sembuh ya....Budhe yang njagain sehat-sehat ya?

16 May
Balas

Iya Lik....Alhamdulillah kemarin sore sudah diperbolehkan pulang...Tapi masih istirahat di rumah...

16 May

Semoga lekas sembuh untuk si bungsu...

16 May
Balas

Amin ...Terima kasih doanya Bunda Agustina...

17 May

Safakallah buat si bungsunya ya mba...semoga diangkat semua penyakitnya dan sembuh seperti sediakala. yang sabar ya mbak....

16 May
Balas

Terima kasih Bu Penilik atas doanya....Semoga keluarga kita semua senantiasa diberi keaehatan....Barakallah...

16 May

Masya Allah, Budhe, semoga jadi penggugur dosa dan sabar itu yang utama . Semoga segera sembuh untuk si bungsu. Syafahallah. Gak bisa minum obat. Persis aku hehehe. Sukses selalu dan barakallahu fiik

16 May
Balas

Amin...Makasih doanya Bunda Pipi...He..he...iya susah banget kalau disuruh minum obat...Ternyata ada yang senasib yaa...Sukses juga untuk Bunda Pipi.. Barakallah ...

16 May

Semoga cepat pulih si bungsunya ya bun, bisa sekolah dan bermain lagi dengan keluarga dan teman-teman, kalau anak sakit, ibu akan turut merasakan sakitnya anak, jaga kesehatan, syafakillah Bu Rini

18 May
Balas

Amin...Makas8h Bu Aniea atas doanya...Begitulah rasa seoran ibu...Alhamdulillah hari ini si bungsu sudah mulai sekolah lagi...Barakallah Bu Aniea...

18 May

Semoga cepat sembuh anaknya Bunda. Take care. Jaga kesehatan Bunda juga. Syafakillah

16 May
Balas

Amin...Terima kasih atas doanya..Kemarin ibunya juga sempat masuk angin Bun...Barakallah Miss Ferra...

16 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali