Rini Yuliati

Lulusan AKL Depkes Purwokerto yang melakoni profesi momong bocah di sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, Kebumen Jawa Tengah ...

Selengkapnya
Seandainya Ada Kuliah Jurusan Keterampilan Menjadi Orang Tua
valentinoloverado.blogspot.com

Seandainya Ada Kuliah Jurusan Keterampilan Menjadi Orang Tua

Seandainya saja ada kuliah jurusan "Keterampilan Menjadi Orang Tua" tentu saya akan mendaftar paling pertama. Ternyata untuk menjadi orang tua yang berkualitas itu tidak mudah dan terkadang penuh dengan deraian air mata. Mengapa saya katakan tidak mudah? Hal itu disebabkan ketika kita tidak bisa memahami sifat dan karakter anak. Anak adalah amanah dari Sang Pencipta yang harus dirawat dan dididik dengan sebaik-baiknya. Allah memberikan amanah itu sesuai dengan kehendak-Nya dan kita tidak bisa memilih. Tentu apabila diberikan pilihan maka kita akan memilih anak-anak yang manis dan tidak bermasalah (menurut kita). Namun sekali lagi, terkadang Allah memberikan cobaan kepada kita melalui anak-anak yang "spesial". Baik spesial dalam karakter ataupun spesial dalam hal memiliki kekurangan yang tidak kita inginkan. Nah, disini diperlukan penerimaan tingkat tinggi supaya kita bisa berperan sebagai orang tua yang luar biasa. Selayaknya pelajar yang mendapatkan ujian supaya naik kelas, demikian juga dengan orang tua. Kita sebagai orang tua akan naik kelas ketika sudah bisa melewati cobaan melalui anak-anak yang "spesial". Hemmm, saya menulis artikel ini dengan helaan nafas yang panjang. Untuk dapat menjadi orang tua yang bisa naik kelas kita perlu memahami karakter anak. Ada beberapa karakter anak yang harus kita ketahui diantaranya yaitu :

1. Karakter anak mudah (easy child)

Ciri: Anak dengan pembawaan ini biasanya ceria, aktif, mudah menghadapi perubahan, dan biasanya sangat menyukai orang-orang dan situasi baru. Tidak mudah marah, tapi juga bukan tipe penurut. Sebenarnya tipe ini adalah tipe yang paling mudah untuk diasuh. Saking mudahnya, anak-anak ini malah kadang menjadi terabaikan. Atau karena mudah tertarik dengan hal baru, saat dikerumunan, ia akan tiba-tiba melepaskan dari pegangan kita dan hilang dikerumunan lainnya. Saat di rumah, ia akan lebih suka menghabiskan waktunya di depan televisi, hingga terabaikan karena kesibukan kita dengan anggota keluarga yang lain. Sebagai orang tua kita harus sangat hati-hati saat mengasuh anak dengan tipe ini. Tarik-ulur peraturan adalah hal yang wajib kita terapkan. Agar ia tidak merasa terkekang disatu sisi namun tetap “kendali” atas dirinya tetap dalam genggaman kita. Cobalah lebih sering meluangkan waktu untuk benar-benar berbicara tentang kesehariannya. Hal ini akan membantu kita untuk tetap “memilikinya” di sisi kita.

2. Karakter anak pemalu (slow to warm up)

Hampir 15 % anak-anak termasuk ke dalam tipe ini. Bila seorang bayi berusia 9 bulan akan mudah tersenyum kepada orang lain, bayi tipe in akan menangis dan berlari menjauh. Namun justru akan melambaikan tangan setelah sebagian orang pergi. Balita dengan tipe in biasanya sangat sensitif dengan pakaian, temperatur ruangan dan perubahan-perubahan kecil dalam kesehariannya. Mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beradapatasi dari aktivitas yang satu ke aktivitas lainnya. Mereka mungkin adalah pekerja yang lamban namun sangat suka mempelajari hal-hal yang menarik hatinya. Seperti yang Karp pernah katakan, jika ada keraguan maka abaikan saja. Perasaan anak dengan tipe ini sangatlah halus dan sebaiknya dijauhkan dari kritik yang sangat tajam, dan kasar. Penolakan terhadap dirinya akan mebuat dirinya menjadi seorang penakut dan rapuh di sepanjang hidupnya. Orang tua juga wajib untuk memastikan perkembangan personalitasnya stabil dan memiliki waktu perubahan situasi yang cukup. Mereka bukanlah tipe anak yang akan tergesa untuk mengganti baju mereka dan menikamti serunya duduk di atas komedi putar.

3. Karakter anak penuh semangat (wild child)

Paling tidak satu diantara sepuluh anak adalah anak dengan tipe ini. Mereka penuh energi dan semangat, hingga seolah sukar dikendalikan. Emosinya mudah untuk naik namun juga sangat mudah untuk turun seperti sebuah roller coaster. Mereka lebih aktif, lebih tidak sabaran, lebih suka menantang/ membantah, tapi di satu sisi mereka juga lebih sensitif dan mudah rapuh. Solusi terbaik bagi anak dengan tipe ini hanyalah satu, membuatnya terus aktif sepanjang hari. Ajak ia bermain di luar, pilihkan sekolah dengan aktivitas belajar di luar ruangan (misalkan konsep sekolah alam). Karena anak-anak tipe ini butuh untuk terus membakar energinya dan terus beraktivitas sesuai dengan mood-nya. Namun perlu diingat, mereka juga tipe anak yang butuh struktur sistem yang pasti untuk tetap membuatnya aman dan stabil, dan tentu saja membuatnya lebih sabar. Demikian tadi beberapa karakter anak yang bisa kita jadikan referensi berkaitan dengan peran kita sebagai orang tua.

https://id.theasianparent.com/pelbagai-tipe-anak-beserta-cara-pengasuhannya/

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mantaps tukisan berdaging, tp mataku sakit, krn ada yg bersolek terus di gurusiana, mataku capek lihatnya. Sukses saudariku dan barakallah

06 Nov
Balas

Yah..mungkin hari ini memang lagi banyak tamu Bunda Pipi..

06 Nov

boleh juga tuh Bu Rini..saya nanti ikut mendaftar.

06 Nov
Balas

Udah tutup Bu Ade..he..he..kuota terbatas...

06 Nov

Bagus dan bermanfaat ilmunya. Gurusiana bisa untuk sekolah menjadi orang tua, ini dapat ilmu dari bu Rini. Mksh, bu Rini.sehat dan sukses terus.

06 Nov
Balas

Sekedar sharing Bu Fila...saya merasa masih harus belajar menjadi orang tua...Sehat dan sukses buat Bu Fila...

06 Nov

Saya juga ikut mendaftar jadi mahasiswanya jurusan ketrampilan sebagai ortu.... Salam Literasi dan sukses selalu

06 Nov
Balas

Hi..hi. Sayangnya tidak ada yang jurusan itu Pak Aris....salam literasi juga..Barakallah..

06 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali