Rini Yuliati

Seorang ibu dari dua orang putri yang ingin belajar merangkai huruf sehingga menjadi bermakna. Tinggal di sebuah kota kecil di Kebumen, Jawa Tengah. Profesi mom...

Selengkapnya
Mental Juara
Dokumen pribadi

Mental Juara

Tulisan ini hanya kisah kecil di antara beribu kisah yang tertoreh dalam perjalanan seorang anak manusia. Semangat, takdir dan usaha menjadi sebuah catatan yang mengiringinya. Sang Pencipta sungguh berkuasa membuat segalanya menjadi terwujud. Suatu hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Itu hanya atas ijin-Nya.

Dalam rangka ulang tahun yang ke 14, himpaudi Propinsi Jawa Tengah mengadakan lomba kompetensi pendidik anak usia dini. Ada 2 lomba, kreasi tari daerah dan cipta gerak lagu anak usia dini. Seleksi lomba itu dilaksanakan di tiap kabupaten. Sebenarnya pengumuman lomba tersebut sudah cukup lama. Mungkin beberapa bulan yang lalu. Sebagai kecamatan kota dengan jumlah pendidik yang cukup banyak, ternyata animo pendidik sangat rendah. Koordinator himpaudi kabupaten merasa prihatin dan mengajak kami untuk berbuat sesuatu. Tanggal deadline sudah semakin mendekati batas akhir, hanya kurang seminggu. Akhirnya diputuskan lima orang pengurus himpaudi termasuk aku untuk mencobanya. Lomba yang kami pilih adalah cipta gerak dan lagu. Untuk tari kreasi daerah, kandidat dari kecamatan kami adalah pendidik dari salah satu PAUD IT unggulan yang cukup mumpuni.

Waktu hanya kurang seminggu. Lagu yang akan kami kirimkan adalah milik salah satu pengurus yang kuliah UT dan belum pernah diunggah di youtube. Dengan semangat 45 kami berlima berlatih gerak dan lagu itu. Baru dua kali berlatih, ternyata ada informasi bahwa lagu itu sudah pernah diunggah di youtube. Waduh, bisa didiskualifikasi. Gimana, nih? Kami bingung. Waktu tinggal dua hari. Apa yang bisa dilakukan dalam waktu dua hari? Sementara lagu belum ada.

"Siapa yang punya lagu?" ucap Bu Dita yang menjabat sekretaris cabang.

"Aku mempunyai beberapa lagu, Bu. Tapi hanya empat bait saja. Takutnya, tidak bagus. Hanya lagu kamar mandi alias dapat ide di kamar mandi," ucapku tidak percaya diri.

"Tidak apa-apa, Bu. Coba direkam pakai android. Nanti dikirimkan ke studio untuk diaransemen musiknya," ucap ketua cabang himpaudi kecamatan kami.

Akhirnya dengan setengah tidak percaya diri, aku merekam lagu yang hanya empat bait itu. Hari itu kami menunggu lagu itu jadi dengan aransemen musiknya. Setelah menunggu seharian, tepat pukul setengah empat sore aransemen lagu dikirim melalui gawai ketua. Ternyata dengan sentuhan musik, laguku yang acak adul berubah menjadi lagu beneran. He he.

Praktis hari itu kami hanya latihan sekitar satu jam. Besok harus sudah sudah shooting lengkap dengan kostum. What's? Apakah kami dapat melaksanakan tantangan itu. Bismillah. Hanya kata itu yang masih tersisa.

Keesokan harinya, sekitar pukul 11 siang kami berlima berkumpul untuk gladi bersih sebelum proses shooting. Sampai pukul 2, kostum belum terkumpul. Hadeuh. Setelah beberapa saat kostum yang kami tunggu datang juga. Sedikit waktu yang tersisa, kami mencoba latihan untuk menyelaraskan antara gerak dan lagu.

Waktu sudah beranjak sore. Kami berlima menuju lokasi pengambilan gambar di sebuah TK yang halamannya cukup luas. Ternyata proses take tidak cukup sekali. Hampir lima kali dilakukan pengambilan gambar untuk mencari yang terbaik. Setelah melalui proses yang melelahkan, selesai juga akhirnya. Alhamdulillah. Tinggal menunggu proses editing untuk diunggah ke youtube.

Tanggal penilaian hanya berjarak tiga hari sejak video itu diunggah. Kami menunggu hasilnya dengan harap cemas. Kupandangi gawai berkali-kali. Pukul satu kurang sedikit, ada pesan yang masuk. Pesan dari teman yang ikut menghadiri proses penilaian. Kupandangi pesan itu berkali-kali. Aku hampir tak percaya. Untuk lomba gerak dan lagu, kami mendapat juara 2 tingkat kabupaten. Excited. Hanya dua hari latihan. Itu sesuatu yang sangat membanggakan bagi kami walau tidak menjadi nomor satu. Pembelajaran bagi kami untuk tidak cepat menyerah dengan keadaan yang sulit. Allah Maha Mengetahui proses itu. Hasil tidak mengkhianati proses. Apakah the power of kepepet sedang terjadi? Entahlah. Namun tanpa mental juara, mungkin kami sudah menyerah. Ya, dalam mendidik generasi bangsa perlu orang-orang yang bermental baja. Tidak gampang menyerah. Energi positif itu akan menular kepada anak didik kita. Bismillah.

Kebumen, 26 Agustus 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Mantap Budhe....boleh dong videonya kirim....biar Hasna ikut menari....he...he

26 Aug
Balas

Ya mengko tek kirimi videone...

26 Aug

Alhamdulillah, akhirnya prestasi diperoleh setelah kerja keras dan semangat pantang menyerah. Itu buka The Power of Kepepet. Saya lebih setuju kalau ini disebut dengan Mental Juara. Selamat ya...Budhe. Salam sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah, Budhe Rini. ❤❤❤

26 Aug
Balas

Maaf Uthi...baru sempat bales komentar ini...Terimakasih ..Itu hanya catatan kecil supaya menjadi pengingat bagi diri agar tidak mudah menyerah dan terus berusaha...Terima kasih kunjungannya..Salam sehat dan sukses selalu...Barakallah Uthi Rai...

27 Aug

Masya Allah, luar biasa Budhe. Hasil tak menghianati proses. Perjuangan dilalui dengan kompak dan ikhlas. Semangat yang membara jadi modal utama. Sukses selalu dan barakallahu fiik

26 Aug
Balas

Setelah di zoom , terlihat Budhe paling kiri berbaju kuning toh, hehehe. Gaya yang lucu

26 Aug

Hi..hi..Emak2 yang comel...Berusaha melakukan yang terbaik..Doa dan usaha membuahkan hasil yang luar biasa..Terima kasih Bunda Pipi...Barakallah...

26 Aug

Alhamdulillah, selamat untuk Bu Rini dan kawan-kawan. Betul, mental juara.

26 Aug
Balas

Terima kasih Pak Pengawas...Semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua..Semangat pagi.. Barakallah...

26 Aug
search